BUNG HATTA MUDA

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui “Pasti Hebat

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui

Senin, 08 April 2019

WAWASAN PROLAMATOR,- Dede Hermawan merupakan alumni Universitas Bung Hatta angkatan 2008  dan saat ini menjadi founder dan Chief Executive...

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus  Hingga The Special of Asdos

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus Hingga The Special of Asdos

Rabu, 06 Februari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Hanya di semester lima, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tidak benar-benar bulat. Sisanya, di semester satu, dua, tiga, empat,...

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Minggu, 13 Januari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Nur Amalina adalah Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta angkatan 2016 yang memiliki...

FEATURE

Jumat, 08 November 2019

LEO WP

Pantai Padang, Gelora Alam Nan Memesona

2019-11-10 23:26:13WAWASAN PROKLAMATOR,- Sumatera Barat terkenal dengan segala pesonanya, baik dari wisata kuliner, budaya, serta alamnya nan indah tuk dikunjungi....

Tolak RUU KPK, Mahasiswa Hukum Lontarkan Pernyataan Sikap

Kamis, 12 September 2019 | 12:16:43 WIB Share
Tolak RUU KPK, Mahasiswa Hukum Lontarkan Pernyataan Sikap

WAWASAN PROKLAMATOR,- Dengan adanya Rancangan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) yang banyak menimbulkan kejanggalan dikalangan masyarakat, menanggapi hal itu Mahasiswa Hukum (FH) Universitas Bung Hatta bertindak dalam bentuk pernyataan sikap dengan berorasi pada kegiatan PKKMB FH 2019  bertempat di Pelataran Parkir Gedung Hukum Kampus Proklamator II, Kamis (12/09/2019).

Ketua BEMM-FH, Michael Oskar Manikome dalam orasinya mengajak Masyarakat Mahasiswa Hukum untuk memberikan peringatan kepada pemerintah terkait RUU KPK, "Pada hari ini tanggal 12 September 2019 kita juga memberikan peringatan kepada pemerintah bahwa negara pada hari ini tidak baik-baik saja. Mari lantang kan suara untuk menyelamatkan KPK," tegasnya.

Lahirnya KPK merupakan puncak berbagai upaya pemberantasan korupsi. Sifat kejahatan korupsi yang sistematis serta berdampak pada kerugian keuangan negara, perekonomian negara, dan menghambat pembangunan nasional, membuat penegakan hukum tindak pidana korupsi tidak mampu dilakukan secara konvensional.

Sehingga KPK didirikan sebagai lembaga khusus independen untuk menangani kejahatan korupsi secara professional, intensif, dan berkesinambungan. Hadirnya KPK sebagai lembaga pencegah dan penindakan korupsi membawa angin segar untuk menyelesaikan persoalan korupsi yang begitu massif, terstruktur dan sistematis.

Sejak berdiri hingga saat ini, KPK terus menjalankan amanatnya dengan banyak melakukan penindakan terhadap kasus-kasus korupsi. KPK melakukan kerja pemberantasan korupsi dengan mengusut perkara-perkara baik itu yang menjerat kepala daerah, penegak hokum, anggota dewan perwakilan hingga pengusaha di sektor swasta. Berbagai modus korupsi juga telah banyak diungkap oleh KPK mulai dari suap, gratifikasi, menyalahgunakan anggaran hingga perkara merintangi proses penegakan hukum tindak pidana korupsi.

Saat ini, KPK ingin dilemahkan oleh beberapa oknum melalui berbagai cara, bersumber dari pernyataan tertulis segenap Akademisi dan Masyarakat Mahasiswa FH Universitas Bung Hatta menyatakan sikap: dengan tegas, menolak RUU KPK. menyatakan dengan tegas, menolak Capim KPK yang bermasalah, karena kami membutuhkan Capim KPK yang berintegritas dan anti korupsi. Menyatakan dengan tegas, agar presiden menolak RUU KPK. menyatakan dengan tegas, lawan segala bentuk pelemahan terhadap KPK. SAVE KPK.

Diakhir deklarasi pernyataan sikap tersebut Mahasiswa FH melakukan pelemparan bunga hitam sebagai simbol matinya pemberantasan korupsi di negeri ini.

 

Redaksi

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

 

 

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar