Universitas Bung Hatta Berkomitmen Menjaga dan Memberi Kebebasan Mimbar Akademik

Rabu, 09 Januari 2019 | 14:53:42 WIB Share
Universitas Bung Hatta Berkomitmen Menjaga dan Memberi Kebebasan Mimbar Akademik

WAWASAN PROKLAMATOR,- Audiensi merupakan sebuah pertemuan yang dilaksanakan antara lembaga dengan orang yang diundang oleh lembaga guna membahas suatu hal, seperti yang dilakukan oleh Lembaga Kemahasiswaan Universitas Bung Hatta bersama pihak Rektorat dan Yayasan Universitas Bung Hatta berlangsung di Ruang Sidang Rektor Kampus Proklamator I, Rabu (09/01/2019).

Audiensi ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Universitas Bung Hatta DRS. H. Zuiyen Rais, M.S., Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, MA., Wakil Rektor (WR)  I Dr. Hendra Suherman, S.T., M.T., Wakil Rektor II Dra. Susi Herawati, M.Pd., Wakil Rektor III Dr. Diana Kartika, M.Hum., Dekan dan Wakil Dekan selingkungan Universitas Bung Hatta, Kepala Bagian Administrasi dan Umum (BAU), Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan (BAAK), dan Kepala Bagian Kemahasiswaan (Kabag KMS) Universitas Bung Hatta.

Kemudian juga dihadiri oleh Ketua Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa (BEMM) Fajri Indra Pratama, Ketua Dewan Perwakilan Masyarakat Mahasiswa (DPMM) Meldi Romadhani, Ketua BEMM dan DPMM Fakultas selingkungan Universitas Bung Hatta, serta Ketua setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Bung Hatta.

Wakil Rektor III Dr. Diana Kartika, M.Hum., dalam memimpin audiensi ini menyebutkan bahwa pertemuan yang berupa audiensi antara Pimpinan Yayasan Universitas dengan kelembagaan kemahasiswaan digagas oleh BEMMU dan DPMMU serta pelaksanaannya difasilitasi melalui bagian kemahasiswaan dan kesekretariatan Rektor  Universitas Bung Hatta.

Audiensi ini dilaksanakan terkait dengan beberapa problema yang terjadi kerisauan di kalangan mahasiswa. Universitas Bung Hatta berkomitmen terus untuk memberikan dan menjaga kebebasan mimbar akademik. Dengan adanya kebebasan mimbar akademik ini dapat memberikan panggung berdialog terkait isu dan problematik yang terjadi saat ini.

"Diharapkan dalam penyampaian nantinya harus dengan sistem berdialog yang bersifat membangun dalam menyampaikan gagasan dan kritik secara argumentatif  yang santun serta dilandaskan dengan data dan fakta bukan berupa asumsi-asumsi. Serta membuat kita semua paham untuk menetapkan kebijakan. Bagaimanapun ini menunjukkan rasa cinta terhadap institusi dan almamater kita," lanjutnya.

Selanjutnya klik disini

REDAKSI

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar