BUNG HATTA MUDA

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui “Pasti Hebat

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui

Senin, 08 April 2019

WAWASAN PROLAMATOR,- Dede Hermawan merupakan alumni Universitas Bung Hatta angkatan 2008  dan saat ini menjadi founder dan Chief Executive...

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus  Hingga The Special of Asdos

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus Hingga The Special of Asdos

Rabu, 06 Februari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Hanya di semester lima, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tidak benar-benar bulat. Sisanya, di semester satu, dua, tiga, empat,...

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Minggu, 13 Januari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Nur Amalina adalah Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta angkatan 2016 yang memiliki...

FEATURE

Minggu, 30 Desember 2018

Sari WP

Semangat Pedagang Kaki Lima di Usia yang Tidak Muda Lagi

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR- Mengawali menjual langsat diusia 40 tahun, hingga kini Pak Syaiful masih semangat dalam menjalani profesi nya sebagai pedagang...

Gelar Musda III, IJTI Sumbar Ajak Masyarakat Bijak Terhadap Berita Hoax

Sabtu, 28 April 2018 | 21:32:44 WIB Share
Gelar Musda III, IJTI Sumbar Ajak Masyarakat Bijak Terhadap Berita Hoax

WAWASAN PROKLAMATOR,- Sebagai bentuk rangkaian dari Musyawarah Daerah (Musda), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat MenyelenggaranWorkshop Peningkatan Literasi Jurnalis dalam Menyikapi Hoax Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 dengan tema "Hoax di Sekitar Kita" bertempat di Kyriad Bumiminang Hotel Padang, Sabtu (28/04/18).

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan literasi jurnalis dalam menyikapi berita bohong terkait pemilihan serentak yang dilaksanakan tahun ini dan tahun depan. Workshop dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, juga dihadiri oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hj. EMMA Yohana, serta dihadiri oleh Jurnalis Sekota Padang.

"Literasi merupakan bagaimana seseorang menyikapi suatu berita agar tidak menyesatkan. Setiap jurnalis harus memiliki tanggungjawab dengan apa yang ditulis ataupun yang diberitakan. Informasi yang disampaikan mampu memberikan pencerahan, ilmu pengetahuan mencerdaskan masyarakat bukan menghasut atau mengadu domba," ujar Nasrul dalam sambutannya.

Dalam workshop ini juga ada pembacaan Deklarasi Damai dan Seruan Moral IJTI Pada Pilkada Damai 2018 Dan Pemilu 2019. Berikut isi deklarasinya:

  1. Kami jurnalis Sumatera Barat berjanji akan merawat, serta menjalankan prinsip-prinsio independensi dalam setiap peliputan pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019
  2. Kami jurnalis Sumatera Barat, berkewajiban menyampaikan fakta dan peristiea yang sebenarnya manakala melakukan peliputan pilkada serentak dengan memegang teguh prinsip- prinsip cover both side.
  3. Kami jurnalis Sumatera Barat berkewajiban  untuk tidak menyampaikan berita bohong atau hoax, yang berpotensi menimbulkan kekisruhan/kekacauan di masyarakat.
  4. Kami jurnalis Sumatera Barat berkewajiban merawat/menjaga dan memperjuangkan kebhinnekaan Indoenesia dengan tidak menyiarkan informasi yang berkaitan dengan isu duku, agama dan ras serta golongan tertentu yang bisa menimbulkan perpecahan.
  5. Kami jurnalis sumatera barata berjanji memegang teguh amanat undang-undang penyiaran, kode etik, serta pedoman perilaku penyiaran dan standart progran siaran (P3SPS) dalam setiap peliputan.

Usai pembacaan deklarasi dilanjutkan dengan workshop jurnalis dalam menyikapi hoax. Adapun pemateri yang dihadirkan diantaranya: ketua IJTI Pusat yang juga merupakan pimpinan redaksi InewsTV, Yadi Hendrayana, Kepala Subdirektorat Intelkom  Polda Sumbar, Jufnedi. Penggiat Anti Korupsi, Arif Paderi, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Fikon, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Vibner.

"Hoax merupakan Fenomena yang sangat membahayakan dan tidak dapat dihindari. Sebagi seorang jurnalis dalam pemberitaan yang muncul haruslah diklarifikasi dan dikoreksi kebenarannya. Berita yang muncul harus layak dikonsumsi publik, karena kepentingan publik tersebut harus benar-benar dijaga," ujar Yadi dalam paparannya.

Lebih lanjut, Yadi juga menyampaikan ada 4 model jurnalisme: Yang pertama jurnalisme yang harus terverifikasi, kedua jurnalisme pernyataan, ketiga jurnalisme pengukuhan, dan keempat jurnalisme kepentingan.

Jurnalis sama seperti manusia setengah dewa, kepentingan publik adalah hal yang utama dan yang harus dijaga. "Jarimu Harimaumu" dari tulisan itulah masyarakat menjadi cerdas atau malah menyesatkan. untuk itu  masyarakat sangat butuh jurnalis yang bertanggungjawab dan handal.

Yadi mengajak masyarakat untuk tetap bijak menyikapi informasi yang beredar. Serta berharap kepada jurnalis memberitakan informasi yang mencerdaskan masyarakat dan  dapat memberikan keseimbangan informasi, sehingga dapat menghindari dari berita bohong (hoax) yang beredar.

FENNY  WP
WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar