Peringatan Ke-37 Universitas Bung Hatta

Kamis, 26 April 2018 | 15:35:31 WIB Share
Peringatan Ke-37 Universitas Bung Hatta

WAWASAN PROKLAMATOR,- Perayaan Dies Natalis ke-37 Universitas Bung Hatta mengadakan sidang senat terbuka yang berlangsung di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (25/04/2018).

Sidang Terbuka ini dibuka oleh Ketua Senat Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, M.S dan dihari oleh perwakilan Gubernur Provinsi Sumatera Barat,  perwakilan Koordinator Kopertis Wilayah X, Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta Drs. H. Zuiyen Rais MS.

Kemudian Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta H. Masri Hasyar, S.H., Ketua Badan Pengawas Yayasan Pendidikan Bung Hatta Dr. Ir. Hendrino. M.Arch., Eng, Pimpinan struktural Universitas Bung Hatta, guru besar, senat universitas, dosen, tenanga kependidikan dan mahasiswa Universitas Bung Hatta serta mitra dan tamu undangan lainnya.

Pada pelaporan rektor,  Prof. Dr. Azwar Ananda, M.A mengatakan, bahwa peringatan Dies Natalis ini merupakan muhasabah untuk melakukan intropeksi diri.

"inti dari peringatan Dies Natalis adalah muhasabah (perenungan diri) untuk melakukan intropeksi. Dari muhasabah ini kita dapat menilai perjalanan kota,  mana yang menurun, stagnan dan meningkat, kemudian kita bisa merancang sekaligus melangkah bersama untuk melakukan perbaikan serta peningkatan yang berarti dan fundamental." ungkapnya.

Teristimewa dengan kehadirannya keluarga Dr.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta yaitu Prof. Dr. Meutia Farida Swasono, M.S yang juga memberikan orasi ilmiah mengenai Kebunghattan dan Dr. Dra. Gemala Rabiah Hatta, MRA., M.Kes putri sang Proklamator Bung Hatta.

Dalam penyampaian orasi ilmiahnya mengenai kebunghattaan, Ibu Prof. Dr. Meutia Hatta Swasono menjelaskan bahwa dari sejumlah pesan Bung Hatta sangat terasa relevansinya pada kondisi sekarang.

"Pada kondisi saat ini begitu terasa relevansi dari sejumlah pesan Bung Hatta, misalnya kalau sekedar persatuan tanpa persatuan hati, maka kelompok-kelompoklah yang akan marak, bukan persatuan bangsa. Kini berbahaya karena kita harus melingdungi negara dan bangsa kita yang merupakan aset Indonesia secara bersama-sama dalam prinsip kebersamaan," jelasnya.

Dr. Dra. Gemala Rabiah Hatta, MRA., M.Kes mengatakan bahwa Bung Hatta tidak ingin dikenang, tapi segala pesan dan ajaran yang benar darinya agar dilanjutkan oleh anak bangsa.

"Ayah saya bukan orang yang ingin dikenang, bukan orang yang begap gempita dan ingin dihormati. Beliau orang yang tawaduk dan santun, tapi beliau ingin apa yang sudah dititipkan ke bangsa ini agar diteruskan ke anak bangsa. Besar harapan saya dengan semua tercapaian yang telah didapatkan semoga Universitas Bung Hatta di lustrum yang Ke-40 nantinya bisa mencapai akreditasi A, dan semoga menjadi kebanggan di Indonesia," harapnya.

Pada dies natalies yang ke-37 ini juga terdapat penyerahan penghargaan dosen, ketua jurusan dan mahasiswa berprestasi Universitas Bung Hatta tahun 2018, Peneliti, Publikasi Bereputasi Terbanyak, Hak Kekayaan Intelektual Terbanyak serta pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA se- Sumbar Tahun 2018.

 

Kessy WP

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar