Jelang HPN 2018, DLH Adakan Seminar Edukasi Lingkungan Untuk Para Wartawan/Wati

Minggu, 14 Januari 2018 | 03:59:42 WIB Share

WAWASAN PROKLAMATOR,- Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mengadakan Seminar Edukasi bagi wartawan/wati dari berbagai media online, media cetak, radio dan TV di Sumatera Barat dengan tema Jurnalis Lingkungan Membangun Kesadaran / Empati Masyarakat Terhadap Lingkungan yang berlangsung di Hotel Pangeran Beach Padang, pada, Kamis (11/01/2018).

Seminar ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Prof., Dr., Psi, Msc. Beliau menyampaikan seminar ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memahami secara utuh tentang lingkungan sehingga nantinya akan menimbulkan kepedulian akan membangun kesadaran/empati masyarakat terhadap lingkungan.

"Seminar ini sengaja diikuti oleh wartawan/wati dari berbagai media, karena peran serta kontibusi pers dalam memajukan pembangunan di Sumbar sangat baik. Saya yakin wartawan telah banyak mendapatkan ilmu, informasi, tapi tidak salah kita mengkaji ulang dan memantapkan pengetahuan serta menyatukan cara pandang yang sama terhadap lingkungan. Karena saya yakin tidak semua wartawan mengetahui dan memahami seta peduli terhadap lingkungan. Maka dari itu seminar ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan wartawan terhadap lingkungan," Ujar Irwan dalam sambutannya.

Irwan sangat mengapresiasi kinerja pers dalam pembangunan nasional di Sumbar serta  menyambut baik tentang adanya forum wartawan lingkungan. Dimana forum ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat untuk empati pada lingkungan melalui informasi atau pemberitaan tentang lingkungan yang disediakan .

Pada kegiatan ini beberapa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) juga diundang pada kegiatan seminar ini, termasuk salah satunya LPM Wawasan Proklamator. Diakhir acara, dibentuknya Forum Wartawan Lingkungan dengan tujuan untuk membantu masyarakat peduli terhadap lingkungan melalui pemberitaan/informasi yang telah disediakan.

Sementara itu, Indang Dewata selaku Kepala Pusat Studi Kajian Lingkungan Hidup (Kapustud KLH) sebagai pemateri tentang Serba-Serbi Ilmu Lingkungan di seminar tersebut menyampaikan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH) menjadi lingkungan hidup menjadi urusan wajib dalam UU 32 tahun 2009.

"Ada dua yang menjadi instrumen lingkungan hidup yaitu KLHS dan AMDAL. KLHS merupakan rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan atau kebijakan, rencana, dan atau program. KLHS juga merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan. Sedangakan AMDAL merupakan salah satu instrumen pengelolaan hidup yang betujuan untuk meminimalisasi dampak negtaif dan mengoptimalkan dampak positif". Ujarnya

Pada kegiatan seminar ini peserta juga melakukan tinjauan lapangan di kawasan batang arau dari banuaran hingga muara. Dari kegiatan itu wartawan diminta untuk mengidentifikasi isu terkait batang arau, mengidentifikasi data yang dibutuhkan, dan sumber data/ SKPD yang terkait. Serta identifikasi aturan, atau baku mutu yang dibutuhkan.

 

FENNI WP

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar