Yusuf Kalla : Jika Ingin Memudarkan Peran Orang Minang, Hancurkan Pendidikannya, Suraunya dan Pasarnya

Sabtu, 15 Juli 2017 | 13:06:30 WIB Share
Yusuf Kalla : Jika Ingin Memudarkan Peran Orang Minang, Hancurkan Pendidikannya, Suraunya dan Pasarnya

Wawasanproklamator,-

Dr.H. Muhammad Yusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia di dalam pidatonya memberikan pemahaman tentang jiwa pengusaha dan degradasi anti radikalisme dihadapan  mahasiswa-mahasiswa PTN dan PTS se-Sumatera Barat dan tamu undangan yang menghadiri peresmian 11 gedung baru Universitas Negeri Padang (UNP) di Gedung Auditorium UNP, Sabtu (15 /07/2017).

Dalam pidatonya ia mengatakan bahwa orang minang banyak yang berperan sebagai saudagar/pedagang, pemilik kantor-kantor usaha dan tokoh agama. Ia juga menyinggung sejarah deratan orang-orang yang berperan penting dimasa lalu, contohnya,  Bung hatta,  Sultan Syahril, Tan Malaka, Hamka, Agus Salim, M.Yamin, Muhammad Natsir, dll. mereka adalah tokoh-tokoh yang hebat dalam bidangnya.

"Kita boleh membanggakan sejarah tetapi tidak boleh melupakan masa depan, ini yang menjadi koreksi bagi kita agar bisa lebih baik," katanya.

Wakil Presiden Republik Indonesia  yang akrab disapa JK ini menambahkan, orang minang suka merantau dan orang rantau itu kreatif, disetiap diri seseorang mempunyai hak dan bibit-bibit pengusaha  tersebut dan tinggal bagaimana bibit-bibit itu bisa dibesarkan.

"Zaman dulu mencanangkan orang Bugis dan Minang itu pengusaha, untuk meningkatkan perkataan tersebut perlunya semangat dan ilimu dalam berusaha, semua orang bisa menjadi pengusaha yang terpenting dia mau berusaha, berusaha itu bagaikan berenang,  tanpa ada usaha untuk berlatih kita tidak bisa berenang, dan juga tidak ada ilmu kita juga tidak bisa berenang dengan baik," tambahnya.

JK juga menyinggung soal suasana pendidIkan, ia mengatakan perlunya susasana pendidikan yang kulturalistik dan suasana dimasa depan, agar tidak lupa dengan masa lalu disaat meraih masa depan, apa yang menjadi kebanggaan dimasa lalu melalui para tokoh-tokoh minang  seperti Bung hatta,  Sultan Syahril, Tan Malaka, Hamka, Agus Salim, M.Yamin, Muhammad Natsir, dll juga harus bisa menjadi kebanggaan dimasa depan.

"Saya sebagai Sumando Orang Minang dan mertua saya adalah seorang guru, saya memahami pentingnya peran guru sebagai pemberikan peran yang baik. Guru merupakan awal dari pendiddikan, perlunya pendidikan yang baik agar bisa melahirkan bibit-bibit yang baik," paparnya.

Dalam podatonya tersebut  JK juga menyinggung soal radikalisme, ia mengatakan radikalisme itu adalah pemikiran yang menjadi jalan pintas,  sebuah pikiran yang menganggap dia benar dan orang lain adalah salah. Radikalisme tidak bisa dihentikan dengan kekerasan, jika dihentikankan dengan kekerasan maka mereka akan lebih keras.

"Menyelesaikan radikalisme harus dengan pemikiran juga.  Radikalisme berasal dari pikiran, itu menjadi adanya  yang mengendalikan pikiran dan mencici otak seseorang  dan itu alasan orang membon. Dengan demikian  mereka mengira itu jadi jalan pintas mendapatkan surga jika mereka mati melaui jalan tersebut, orang-orang tersebut  bukan pengikut yang baik, karena banyak dosanya, maka mereka dicuci otaknya," katanya.

JK melanjutkan,  cara melawan radikalisme adalah dengan berpendidikan yang baik, mencontoh yang baik, memberi ilmu yang baik dan mangajarkann agama yang baik. Dewasa ini yang radikal itu adalah melalui teknologi, perlunya Menteri Keminfo mengejar para radikalisme yang ada di internet dan perguruann tinggi juga berperan penting dalam melawan radikalisme. Perguruan tinggi adalah salah satu sumber ilmu.

"Jika ingin memudarkan peran orang minang, hancurkan pendidikannya, suraunya dan pasarnya. Sebaliknya, jika  ingin memajukan orang minang, majukan pendidikannya, suraunya dan pasarnya," katanya.


HAYE WP

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

 

 

 

 

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar