Pesan Bebe Untuk Saya

Doni Saputra
Rabu, 01 Juli 2015 Share

Ratusan karyawan perusahaan kertas yang berada di Perawang, Pekanbaru bergegas untuk makan siang karena waktu telah menunjukkan pukul 13:00 WIB. Saat itu, saya sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan sebagai salah satu syarat lulus dari Sekolah Kimia di Kota Padang.

Asap kendaraan bertebangan di jalanan, sinar matahari nan terik menghiasi sela-sela asap yang bermain di ruang mata saya. Pada siang yang panas itu, Warung Nasi Elok Manih menjadi tujuan utama saya bersama Abang Bebe salah satu karyawan perusahaan kertas untuk mengisi perut yang sudah lapar.

Kami duduk di meja paling belakang warung makan sederhana itu. Sebentar saja, penjaga warung langsung menghampiri kami dan Bebe dengan lincah memesan makanan dengan menu dua potong ayam goreng.

Sementara saya, asyik bermain handphone android milik Bebe. Dalam hati saya berkata, kapan ya, saya bisa miliki HP seperti ini. Maklum saja, handphone yang dimiliki Bebe saat itu adalah handphone keluaran terbaru dengan harga yang cukup tinggi.

Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun datang. Ayam goreng yang menjadi makanan favorit langsung kami santap dengan lahap. Menjelang makanan habis, saya masih berpikir tentang handhpone Bebe. Dengan raut wajah bercanda saya berkata "Be, aku pengen bali HP kayak Bebe ini aa?"

Tanpa ragu Bebe menjawab, "Pakai uang siapa?", lagi dengan nada santai saya membalas "Mintak ke mama aku aja Be, kan nanti pasti dikasih walaupun dengan sedikit drama,". Tanpa diduga Bebe berhenti makan dan menatap saya. "Mati Doni kalau tidak punya HP android, ngak kan?. Ngapain Doni paksa mamanya untuk beliin HP?," jawab Bebe dengan nada tinggi.

Saya hanya diam ketika Bebe berkata seperti itu, namun hati masih bersikeras untuk miliki handphone yang menjadi perbincangan anak muda dari dulu sampai sekarang.

"Saya tidak kasihan sama mama kamu walaupun kamu mintak uang berlebihan tanpa memikirkan dari mana dia mendapatkan uang, tapi saya kasihan sama kamu jika kamu dewasa nanti yang akan selalu meminta untuk memenuhi kebutuhannya karena sudah terbiasa dari kecil," kata Bebe dengan cuek.

Sambil mengambil handphone yang masih di tangan saya, Bebe juga mengatakan ketika kamu dewasa nanti, kamu akan susah untuk hidup mandiri jika seperti ini terus. "Saya juga pernah muda, untuk beli barang-barang saya selalu kerja agar tidak memberatkan orang tua, terutama ibu," ujarnya.

Bebe menceritakan beberapa perkerjaan yang pernah dilakoninya seperti menjadi tukang cuci mobil hingga menjadi kernet angkutan kota atau angkot di Pasar Raya Padang. "Untuk dapat uang sepuluh ribu saja, saya pernah kerja di cuci mobil sampai jadi kenek di angkot Pasar Baru menuju Pasar Raya Padang," jelasnya yang saat itu telah menjadi karyawan tetap di perusahaan itu.

Saya tersentak mendengar perkataan Bebe, dan mulai sejak itu saya sadar bahwa orang tua akan selalu memenuhi keinginan anaknya tanpa memperhatikan dirinya. Jadi, sebagai seorang anak kita juga harus mengerti akan kondisi orang tua dan sudah seharusnya seorang anak untuk membahagiakan orang tuanya. Salah satu cara sederhananya dengan tidak meminta hal yang dirasa tidak begitu dibutuhkan.

Doni Saputra, Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta.


(c) Hak cipta WawasanProklamator.com. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh.

Artikel Sastra / Cerpen lainnya

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar