BUNG HATTA MUDA

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui “Pasti Hebat

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui

Senin, 08 April 2019

WAWASAN PROLAMATOR,- Dede Hermawan merupakan alumni Universitas Bung Hatta angkatan 2008  dan saat ini menjadi founder dan Chief Executive...

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus  Hingga The Special of Asdos

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus Hingga The Special of Asdos

Rabu, 06 Februari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Hanya di semester lima, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tidak benar-benar bulat. Sisanya, di semester satu, dua, tiga, empat,...

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Minggu, 13 Januari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Nur Amalina adalah Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta angkatan 2016 yang memiliki...

FEATURE

Minggu, 30 Desember 2018

Ayi WP

Semangat Pedagang Kaki Lima di Usia yang Tidak Muda Lagi

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR- Mengawali menjual langsat diusia 40 tahun, hingga kini Pak Syaiful masih semangat dalam menjalani profesi nya sebagai pedagang...

Senja

Leo WP
Kamis, 10 Januari 2019 Share

Tak terasa dentingan waktu semakin berlalu
Pagi Aku terbangun dengan sambutan dinginnya embun
Siang Aku diiringi oleh terik matahari, tak terasa memang
Waktu semakin cepat berlalu
Namun, kini kau selalu setia menemani soreku
Pernah terucap kata kagum dan tersanjung dengan rupamu  
Indah, hangat, dan lembut
Awan tipis berwarna jingga, memberi seribu makna

Mentari senja mulai bertahta

Nyiur hijau melambai
Mataku tertatap untukmu
berpacu oleh ketenangan hati
Sembari teringat perjalanan waktu
Ketika senja mulai pergi
dengan dijemput oleh gelapnya malam Bersama bulan dan bintang  
Bisakah aku melihatmu lagi
Meski dalam gelap sekalipun
Kini senja telah tak bertahta  
Disaat malam datang menjemput dengan caranya
Sampai berjumpa di lain waktu dengan rupamu yang sama
Indahmu berbeda, menarik secara tak tersentuh  
Teruntukmu tatapan senja
Aku mengagumimu mulai kemarin, sekarang, dan hari esok

Artikel Sastra / Puisi lainnya

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar