BUNG HATTA MUDA

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui “Pasti Hebat

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui

Senin, 08 April 2019

WAWASAN PROLAMATOR,- Dede Hermawan merupakan alumni Universitas Bung Hatta angkatan 2008  dan saat ini menjadi founder dan Chief Executive...

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus  Hingga The Special of Asdos

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus Hingga The Special of Asdos

Rabu, 06 Februari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Hanya di semester lima, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tidak benar-benar bulat. Sisanya, di semester satu, dua, tiga, empat,...

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Minggu, 13 Januari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Nur Amalina adalah Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta angkatan 2016 yang memiliki...

FEATURE

Jumat, 08 November 2019

LEO WP

Pantai Padang, Gelora Alam Nan Memesona

2019-11-10 23:26:13WAWASAN PROKLAMATOR,- Sumatera Barat terkenal dengan segala pesonanya, baik dari wisata kuliner, budaya, serta alamnya nan indah tuk dikunjungi....

Sepuluh Nasehat dalam Berdialog

Leo WP
Minggu, 06 Januari 2019 Share
Sepuluh Nasehat dalam Berdialog


WAWASANPROKLAMATOR,-Menyoal komunikasi tidak lepas dari yang namanya berdialog. Baik antar personal maupun kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab itu, perlunya teknik yang baik dalam memulai berdialog. Berikut sepuluh tips memulai berdialog:

1. Jadilah Warnamu Sendiri.

Bicara soal warna, di dunia ini banyak warna dan tentunya mempunyai ciri khasnya. Sama seperti manusia, setiap diri manusia mempunyai ciri khasnya sendiri yang memperlihatkan bahwa satu orang mempunyai warna tersendiri yang menjadikannya mempunyai ciri khas masing-masing. Oleh sebab itu, jadilah dirimu sendiri apa adanya.  Berdirilah di atas kaki sendiri yang kokoh namun baik hati. Tidak mudah terombang-ambing keadaan yang hanya mampu membuatmu layu sebelum berkembang. Namun, itu bukan berarti semua sifatmu dipertahankan, jika sifat baikmu diterima dan disenangi oleh teman-temanmu, maka pertahankanlah. Bagaimana dengan sifat yang lain, hindari dan tinggalkan sifat-sifat yang bernuansa negatif. karena itu akan membuatmu dijauhi bahkan juga akan dibenci oleh teman-temanmu .

2.Hormati Pendapat-pendapat Orang Lain.

Dalam sebuah dialog menghargai pendapat orang lain menjadi hal yang penting, karena dinamika dalam sebuah dialog akan mendorong pada peningkatan peran dalam komunikasi tersebut.  Dengarkan dan cerna dengan baik saat lawan bicara kita sedang berbicara dan jangan menyela pembicaraannya. Dengan demikian, kita akan terhormat dan dihormati oleh lawan bicara kita. Apabila kita tidak sependapat dengan pendangan orang lain, jangan langsung kita katakan bahwa pandangannya itu salah, tapi carilah ungkapan kata yang indah dalam menyampaikan penolakan kita akan pandangannya. Dengan demikian, komunikasi dialogis antara kita dengan lawan bicara akan berjalan kondusif dan tidak membuat dia merasa disepelekan. 

3.Banyak Mendengar dan berbicara Sedikit Mungkin.

Banyaklah mendengar supaya kita bisa belajar memahami dan menekan ego. Banyaklah mendengar supaya kita bisa mengambil pembelajaran dari pengalaman setiap orang  dan banyaklah mendengar supaya kita bisa menemukan kekayaan ilmu dari pengalaman mereka. Seperti kata pepatah "Diam itu emas berbicara itu adalah perak". Namun, bukan berarti hanya diam, sedikit berbicara dalam sebuah dialog . 

4. Tidak Seorangpun  yang Mempunyai Kebenaran Mutlak.

Kebenaran mutlak artinya adalah kebenaran yang sudah tidak dapat disalahkan lagi. Kebenaran yang tidak dapat disalahkan adalah kebenaran yang menjumpai pembuktian yang mengatasi pernyataannya. Dengan demikian, sebenarnya kebenaran mutlak adalah kebenaran yang dengan fakta yang tidak dapat disangkal lagi. Kebenaran diperlukan untuk membuktikan hal itu salah atau benar. kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia. Adapun manusia hanya bisa mempunyai kebenaran relatif. Tidak mungkin ada kebenaran mutlak di level manusia atau yang di bawahnya. Kebenaran mutlak harus datang dari level yang lebih tinggi, dari Tuhan. Jadi kebenaran mutlak adalah kebenaran yang datang dari Tuhan.

5. Berilah Pujian kepada Orang yang Benar

Sebuah pujian bisa memberikan perasaan yang menyenangkan. Pujian membawa perasaan positif bahwa seseorang memperhatikan sesuatu tentang Anda yang dianggap pantas mendapatkan pujian. Pujian merupakan komponen penting dalam bersosial dan juga bagian yang penting untuk memulai suatu percakapan. Bagi beberapa orang, memberikan pujian bisa menjadi sesuatu yang tidak nyaman dilakukan karena adanya perasaan ragu-ragu. Jika Anda bisa menghubungkan hal ini dengan rasa cemas, mulailah dengan langkah satu untuk belajar cara memberikan pujian dengan tepat. Karena dengan pujian juga bisa menjalin hubungan dan relasi yang baik. 

6.Cobalah Untuk Terbuka dalam  Berdialog.

Mengedepankan sifat terbuka di dalam dialog, orang atau lawan bicara anda dapat memahi dan juga bisa memberi saran dan keluar dalam permasalahan anda. Tapi hal yang perlu di ingat, tidak ada unsur pemaksaan dalam keterbukaan dalam dialog, karna banyak hal-hal  yang bersifat pribadi dalam hidup seseorang.

7. Jangan Merasa Dirimu Sendiri yang Paling Benar.

Di saat berinteraksi di kehidupan sehari-hari, sering kali terjadi baik di dunia nyata maupun maya ditemukan kalimat celotehan "Jangan merasa paling benar", "Jangan merasa benar sendiri", "jangan merasa paling baik", dan "Jangan merasa paling suci". Kalimat-kalimat seperti itu biasanya muncul saat orang dihadapkan pada kondisi perdebatan, perbedaan pandangan politik, keterusikan akan keyakinan, dan rasa tidak senang saat mendapatkan teguran atau nasihat.
Pada kondisi seperti itu, tidak jarang perilaku merasa paling benar membawa dampak buruk bagi diri yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya. Setidaknya, orang yang merasa paling benar tergolong ujub dan takabur yang menjadikannya kurang dipercaya dan dihargai oleh orang lain. Sikap dan perilaku itulah yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya konflik di antara sesama.

8.Berbicaralah dengan Terus Terang.

Berbicaralah dengan apa adanya dan jangan membuat cerita yang dikarang sendiri, dengan kamu mengarang cerita yang tak sesuai dengan faktanya, setelah dialog berakhir maka akan timbul rasa bersalah dalam dirimu sendiri. Sehingga akan merasa canggung kembali untuk berdialog dengan orang lain, oleh dari itu berbicaralah denga apa adanya tanpa merekayasa fakta yang terjadi.

9. Jangan Merendahkan Orang lain.

Jangan pernah memandang rendah orang lain karena kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di esok hari. Karena bisa jadi kita menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Jangan pernah menganggap diri kita hebat, karena Sang Maha Hebat hanya sang pencipta. Jangan pernah menyombongkan diri kita dengan apa yang kita miliki karena apa yang kita punya hanya titipan-Nya dan suatu waktu kita bisa kehilangan itu semua. Syukuri hidup yang kita miliki, yakini bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik buat kita. Ketika cobaan itu datang, yakinkah bahwa Tuhan akan selalu membantu kita. Tetap berjuang dan berusaha memberi yang terbaik untuk kebahagiaan hidup kita di dunia akhirat, serta tetap rendah hati. Intinya jangan pernah merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita. Jangan pernah bangga dengan apa yang telah kita miliki, sebab itu semua hanyalah amanah dari yang kuasa.

10.Terimalah Orang Lain Apa Adanya.

Banyak sekali hal yang perlu diperhatikan dalam berdialog diantaranya menerima orang apa adanya dalam berdialog, tak memandang siapa dia golongannya, ras, suku, dan agama. Hal demikian hanya membuat perpecahan dan salah pemahaman dalam dialog jika tidak menerima orang tersebut dalam dialog kita.

LEO WP
Wawasanproklamator.com
Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar