BUNG HATTA MUDA

Mahasiswa Universitas Bung Hatta  Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Terpilih Menjadi Duta Genre Inspirator Putri Kota Padang 2020

Minggu, 23 Februari 2020

WAWASAN PROKLAMATOR,- Riri Agusti Muchtar mahasiswi dari Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkatan 2019...

MAHASISWA UNIVERSITAS BUNG HATTA MASUK 15 BESAR FINALIS DUTA PDAM KOTA PADANG 2019

Mahasiswa Universitas Bung Hatta Masuk 15 Besar Finalis Duta PDAM Kota Padang 2019

Minggu, 29 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Leonardus Gunawan mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan...

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Mahasiswa FEB Sabet Juara III dalam Turnamen Catur

Senin, 23 Desember 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Yubilio Zuli mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018 peroleh juara ke-3 dalam...

FEATURE

Jumat, 05 Juni 2020

Dila WP

Lebaran Ditengah Pandemi COVID-19

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR,- Tepat satu minggu lalu takbir menggema diseluruh penjuru negeri, seluruh umat muslim di dunia termasuk Indonesia menuju hari...

Ikan Larangan Lubuak Landua

Tiwi WP
Sabtu, 08 Juli 2017 Share
Ikan Larangan Lubuak Landua

WAWASAN PROKLAMATOR,- Indonesia merupkan salah satu negara yg kaya akan tempat wisata, bahkan disetiap daerah memiliki seperti Pasaman Barat mempunyai beberapa destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Seperti pantai aia bangih, pulau panjang, gunung talamau, pemandian aia angek, dan ikan larangan lubuak landua.

Ikan larangan ini terletak sekitar 10 KM dari pusat kota simpang empat ibu kota Kabupaten Pasaman Barat tepatnya di kenagarian aua kuniang Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat.

Posisi surau lubuak landua yang bersebelahan dengan ikan larangan ini mempunyai arti yang sakral bagi masyarakat sekitar maupun yang mengunjunginya. Di kawasan tersebutlah, secara umum ajaran islam di pasaman barat mulai dikembangkan dan juga sebagai tempat belajar tentang pengetahuan islam serta belajar pencak silat bagi para pemuda.

Surau yang terletak berdampingan dengan ikan larangan ini sudah berdiri sejak tahun 1852 silam. Walau sudah dimakan usia, tetapi hingga saat ini kondisi surau tersebut masih berdiri kokoh meski berdindingkan papan yang digunakan sebagai tempat menimba ilmu bagi masyarakat. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat baik itu dari dalam maupun yang datang dari luar kota terutama saat liburan dan lebaran tiba.

Pengunjung tidak perlu susah payah membawa makanan ikan dari rumah, karena disekitar tempat ikan larangan ini terdapat banyak pedagang yang menjual makanan untuk ikan larangan itu berupa telur rebus, jagung, timun, sayur dan lain sebagainya yang harganya juga terjangkau.

Jika diperkirakan usia surau dengan lubuk ikan larangan ini sama. Namun, ikan yang berada di lubuk larangan tersebut sampai sekarang ini tidak pernah diambil. Apabila ada yang mencurinya, maka orang tersebut akan sakit bahkan menyebabkan kematian. Oleh karenanya hingga saat ini air lubuk larangan ini dipercaya oleh banyak orang dapat menyembuhkan penyakit

 TIWI WP 

WawasanProklamator.com jauh lebih dekat



Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar