Yang Tak Diinginkan Menjadi Inginku

Cawan WP: Kessy Rahmantia
Senin, 29 Mei 2017 Share

Hangat mentari diawal hari, memberikan asupan vitamin untuknya. Sejuknya udara menjadi pencuci paru-parunya. Suara angin sepoi-sepoi yang memberikan suasana tenang. Hari masih pagi untuk mengawali aktifitasnya, bangun dan memandangi hijaunya taman dan hutan dari jendela kamarnya, kesibukan kampus yang banyak membuatnya ingin rehat sejenak. Menyendiri disebuah villa keluarga yang jauh dari kebisingan kota, sangat membuatnya tenang berada disana.

"Coba saja suasana rumah seperti ini, aku bakalan tenang di rumah. Ma, aku bakalan seminggu berada disini" jelasku.

"Iya gak apa, yang penting kamu relax aja disana ya. Mama minta anaknya bu ina untuk nemani kamu selama disana" jawab mama di seberang sana.

"Anak bu ina yang mana ma? Si Doni?"

"Iya, dia lagi libur kuliah. Dan dia juga tau kamu lagi di villa"

"Iyaudah ma, nanti suruh  ke sini aja"

"Iya sayang, jaga kesehatan ya. Ntar kalau ada apa-apa telfon mama sama papa ya"

"Iya ma, assallammualaikum"

"waalaikumsallam sayang"

Setelah suara telfon ditutup dari seberang sana, di sana mencoba untuk bersiap untuk melihat keadaan di kampung ini. karena jurusannya adalah keguruan, dia ingin melihat bagaimana keadaan sekolah dan anak-anak di sana. Saat dia sedang makan, bu ina masih sibuk dengan pekerjaan di dapur, seorang laki-laki datang dari arah pitu samping. 

"Hai dina, apa kabar?"

"Hai doni, lagi borring banget karena tugas banyak. Aku pengen relax bentar. Oh ya kamu udah libur?"

"ada rencana kemana hari ini? oh ya aku baru 2 hari ini aku disini. Trus aku lagi mempersiapkan tugas dan proyek untuk semester besok, kamu udah semester berapa?"

"Oohh gitu, iya ni rencananya aku pengen ngeliat kondisi sekolah yang ada disini. Aku pengen nanti pas lulus ngajar di sekolah ini, ya sih walaupun jauh dari kota, tapi aku suka suasana disini. Udah semester 6, sekitar 2 minggu lagi aku UAS"

"Oh yaudah buruan makan, ntar anak-anak udah pulang kalau kita gak jalan sekarang"

Mereka berdua sarapan pagi, sebelum pergi mereka pamit pada buk ina. Karena jarak sekolah yang tidak jauh dari villa, mereka memutuskan untuk jalan kaki ke sekolah. Sesampai di sana, mereka melihat-lihat kondisi sekolah dan proses belajar mengajar. Alangkah terkejutnya dina melihat kondisi sekolah yang kurang perawatan dan murid yang belajar tidak cukup 30 anak. Dia sangat miris melihat hal itu, karena sekolah di Kota dalam 1 kelas itu lebih kurang 40 anak yang belajar, dan disetiap tingkat di sekolah kota pun sangat banyak, beda dengan sekolah di desa ini, hanya ada 1  kelas tiap tingkatnya. Setelah melihat-lihat, dina dan doni mencoba berbincang dengan seorang guru yang telah siap mengajar di kelas

"Hai nak doni, apa kabar kamu? Udah siap kuliahnya? Ibu sangat membutuhkan banyak tenaga guru disini, dan kalau bisa kalian yang masih muda ini mengadakan sosialisasi dalam hal pendidikan disini"

"Iya bu, sebentar lagi saya lulus bu dan saya juga berencana untuk memulai penelitian tentang minta sekolah anak-anak disini bu. Oh ya bu perkenalkan ini anak buk intan, dina bu, dia juga kuliah keguruan tapi kami beda Universitas. Dan rencananya dina juga melalakukan sosialisasi pendidikan untuk meningkatkan minat belajar dan bersekolah anak di desa ini bu"

"Iya bu rencananya saya ingin melakukan sosialisasi tersebut, sebelumnya saya ingin mengetahui berapa jumlah siswa yang bersekolah bu"

"Baik lah nak, ibu akan membantu kalian dalam hal sosialisasi tersebut dan memberikan data yang kalian butuhkan, jarang sekali anak-anak sekarang yang masih peduli akan hal tersebut dan ingin membangun pendidikan di desa ini"

"Sebagai calon guru nantinya kami mempunyai kewajiban dalam hal memajukan pendidikan di Indonesia, tidak hanya di perkotaan saja  bu, tapi juga di desa bu, apalagi kami adalah anak desa ini, semakin besar kewajiban kami bu"

"terimakasih anak-anak, ibu sangat bangga kepada kalian"

Setelah mendapatkan banyak cerita tentang kondisi sekolah dan data tentang murid, mereka ingin menemui kepala desa untuk membicarakan tentang hal sosialisasi. Karena sebelumnya tidak ada mahasiswa yang ingin melakukan sosialisasi di desa ini, kepala desa sangat senang dengan rencana mereka untuk mengadakan sosialisasi di desa.

Keesokan harinya semua warga desa datang ke balai desa untuk mendengarkan sosialisasi dari mereka, dalam penyampaian materi mereka tentang pentingnya pendidikan banyak warga yang sangat  antusias dengan cara penyampaian mereka. Warga pun sadar pendidikan sangatlah penting bagi anak-anak mereka, mereka tak ingin anak-anak mereka kelak menjadi orang yang buta huruf, dan mereka ingin anak mereka bisa merubah kondisi keluarga dengan bersekolah dan sukses nantinya.

Memberikan sosialisasi dan pengajaran kepada anak-anak secara gratis, dina menyadari bahwa pendidikan bagi anak yang lain sangatlah berharga, sedangkan dirinya masih saja malas ke kampus,  dan mengambil cuti hanya karna bosan akan kesibukan kampung. Setelah 1 minggu dina di desa, dia kembali lagi ke rumah dan membicarakan masa depannya nanti setelah lulus kuliah.

"Ma, maafin dina ya karena masih malas ke kampus. Oh ya ma maafin dina juga, karna aku kuliah masih berprinsip bahwa aku ngambil ini karena suruhan mama dan papa. Mulai sekarang aku akan serius kuliah, dan lulus, setelah lulus nanti aku mau bekerja di sekolah desa ya ma, aku ingin memberikan ilmu yang aku dapat kepada anak-anak di sana"

"Mama juga senang akhirnya kamu bisa menyadari jalan kamu sendiri sayang, orang tua tidak akan memberikan jalan yang salah pada anaknya, dan sekarang kamu sadar akan kesalahan kamu. Jadi kamu harus semangat, dan sebentar lagi kamu bakalan lulus kan, jadi fokus saja kekuliah kamu yaa"

Waktu pun berlalu begitu cepat, setelah sidang dina pun dinyatakan lulus dan bisa diwisuda. Betapa bahagianya mama dan papa dina melihat anak mereka akhirnya lulus kuliah dan nantinya bisa mengajar. Setelah acara wisuda, dina dan doni mengajukan surat untuk mengajar di sekolah di desa. Dina menyadari bahwa kita harus ikhlas dalam menjalankan sesuatu, dan berbagi sesama sangatlah menyenangkan.

 

(Cawan WP: Kessy Rahmantia)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat 

Artikel Sastra / Cerpen lainnya

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar