Dikau Yang di Awan Merapi

Suci WP
Kamis, 02 Maret 2017 Share

Kepadamu yang di awan Merapi

Disini, bisik-bisik rindu pun meletup dahsyat

Bak Merapi marah pada bumi

Tapi kini panas dan abunya

Telah membakar asa yang sempat singgah

Membawa hilang bayang-bayang pesonamu

 

Dikau yang di awan Merapi, ketahuilah

Meski raga tak lagi saling sua

Tapi angin puncak Merapi selalu memberi tanda

Bagaimana gonjang ganjingnya soal rasa

Yang membekas luka pada tanya

 

Dikau yang di awan Merapi, lihatlah

Kini angin telah berhembus berbalik arah

Menahan langkahku dipinggiran lembah

Tiada lagi dayaku untuk menjelajah

Menemuimu yang bersemayam di awan puncak Merapi

 

Dikau yang di awan Merapi, dengarlah

Meski langkahku kian tertahan

Namun asaku belumlah hilang

Aku masih ingin merajut

Dan merangkai kisah dalam angan

Bersama dia pilihan Tuhan

 

Dikau yang di awan Merapi, ketahuilah

Meski redup jiwaku meminta jalan-Nya

Saat lafaz pengharapan menggumpal di awan kelam

Namun saat itu juga sekelebat nur datang

Menghampiri dalam petapaan

Nur itulah yang kini setia di setiap helaan.

 

Dikau yang di awan Merapi, kuatlah

Lepaslah bayangku yang tertinggal di sana

Izinkan ia kembali pulang pada tuannya

Begitupun kasih yang tertanam di sini

Bawalah ia kembali pada yang punya hak

 

Dikau yang di awan Merapi, berlapanglah

Maafkan, bila tak sempatku damaikan hati

Maafkan, bila tak mampu ku tautkan janji

Dan maafkan, bila hadirku berimu luka tak terperi

Karna inilah tulisan takdir Sang Ilahi

 

Dikau yang di awan Merapi, gagahlah

Tetap tegap bijaklah di pintu Merapimu

Hingga pintu itu terbuka menuju angkasa

Dan akan kau temui jutaan bintang bercahaya di sana Kemudian, duhai dikau yang di awan Merapi

Biarkan cerita ini terbingkai sumbang

Atau hanyut di hamparan selat Sunda

Hingga ia melegenda damai bersama kenangan

Bak Jogja yang selalu dirindukan

Dalam jumpa selayang pandang

Artikel Sastra / Puisi lainnya

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar