Jangan Biarkan Bangsa kita Kebablasan dengan Berbagai Kebebasan

ANGGUN LANGI SRIPATI DEWI
Rabu, 15 Februari 2017 Share

WAWASAN PROKLAMATOR,- Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap individu sejak dilahirkan yang telah dijamin oleh konstitusi. Indonesia merupakan negara hukum yang tentu saja memiliki peraturan yang melindungi hak-hak asasi manusia. Oleh karena itu, Negara Indonesia sebagai negara hukum dan demokratis berwenang untuk mengatur dan melindungi pelaksanaannya.

Kemerdekaan berpikir dan mengeluarkan pendapat telah diatur dalam perubahan keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat". Kebebasan yang dimaksud seperti kebebasan berekpresi yang merupakan salah satu hal yang paling mendasar dalam kehidupan bernegara. Hal itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti tulisan, diskusi, artikel, buku dan berbagai media lainnya. Semakin dewasa suatu bangsa, maka kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat semakin dihormati.

Akan tetapi, nyatanya dibanyak negara kebebasan pers ibaratnya barang mewah yang diraih terkadang harus mempertaruhkan nyawa, kejadiaan itu dikarenakan banyak negara yang ingin membungkam kebebasan berekpresi. Termasuk dinegara maju, terdapat juga kelompok yang terus berusaha membungkam kebebasan berekpresi dan berpendapat dengan segala cara. Padahal kebebasan pers itu merupakan hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan seperti menyebarluaskan, percetakan dan penerbiatan surat kabar, majalah, buku atau dalam material lainnya tanpa adanya campur tangan atau perlakuan sensor dari pemerintah. Kebebasan pers harusnya merupakan kondisi yang memungkinkan para pekerja pers tidak dipaksa berbuat sesuatu untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Pers harusnya diberi kesempatan untuk mencari, mengumpulkan, menyimpan dan menyiarkan informasi yang didapatkan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Kebebasan pers memang harus dijamin disebuah negara, karena hanya dengan kebebasan pers, pemerintahan bisa berjalan lebih demokratis. Pers yang dikekang hanya akan membunuh pelaksanaan demokrasi yang berarti akan membunuh martabat kemanusiaan. Seharusnya dengan alasan apapun, pemerintah tidak bisa mengekang kebebasan pers. Karena kebebasan pers harus dijamin oleh Undang-Undang, karena pers adalah lembaga dibawah negara. Jika terbukti bersalah tak ada alasan untuk menghindar dan membenarkan segala tindakannya.

Nyatanya, dalam kehidupan bermasyarakat, pers dapat memberikan informasi dan berita-berita yang jelas dan akurat. Keberadaan pers dapat meningkatkan partisipasi, dukungan dan keberpihakan rakyat kepada pemerintah, membantu pelaksanaan pembangunan nasional agar berjalan lancar dan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Terlebih pers sebagai media informasi mempunyai misi ikut mencerdaskan masyarakat, menegakkan keadilan dan memberantas kebatilan.

Disamping banyaknya manfaat dari adanya kebebasan pers, kalangan pers juga harus menjaga kode etiknya tanpa merusak citra para tokoh pers yang telah memperjuangkan pers itu sendiri. Kejujuran harus lebih diutamakan tanpa unsur fitnah atau isu murahan. Jangan jadikan provokasi kebencian dan kemarahan menjadi bumbu penyedap larisnya sebuah media. Apalagi dizaman serba media sosial ini tidak semua informasi yang beredar di medsos menyajikan kebenaran dan fakta yang terkonfirmasi serta memenuhi kebutuhan publik.

Kebebasan dalam berdemokrasi seharusnya mengedepankan keadaban, meskipun kebebasan bersuara dan berpendapat dijamin undang-undang. Kebebasan berpendapat tidak boleh disalahgunakan untuk menyerang, merendahkan dan mendeskreditkan pihak lain. Jangan sampai penyebaran kabar tidak benar memasuki wilayah fitnah dan menyimpang, karena perbuatan itu bisa saja mengaduk-aduk emosi publik. Hal itu tentu saja berpotensi merenggangkan persatuan dan kesatuan, serta kebersamaan sebagai sesama bangsa. Jadi, dengan adanya kebebasan berpendapat dalam dunia pers diharapkan tempatkanlah kebebasan itu pada tempatnya, serta tutup pintu kebebasan bagi hal-hal dan pihak-pihak yang tidak berhak dan pantas diberi kebebasan. Jangan biarkan bangsa kita kebablasan dengan berbagai kebebasan.

 

(Tulisan telah mengalami modernisasi oleh Redaksi Wawasan Proklamator)

Anggun Langi Sripati Dewi, Mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang.

(c) Hak cipta WawasanProklamator.comJika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh.

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar