Dunia Pers dan Kebebasan Berpendapat

DEDI ARDIANTO
Rabu, 15 Februari 2017 Share

WAWASAN PROKLAMATOR,- Tepat pada  9 Februari 1946 lahirlah suatu lembaga pers pertama yang dinamakan Persatuan Wartawan Indonesia dibentuk berasal dari pengurus Nasional. Ini merupakan suatu Baralek Gadang warga negara Indonesia telah memiliki pers yang merdeka sebagai salah satu pilar demokrasi. Merdeka dalan hal kebebasan pers berpendapat di Indonesia.Hal ini sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hari Kamis, 9 Februari 2016 bangsa Indonesia khususnya pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wawasan Proklamator mengadakan event peringatan tanggal ini sebagai

Hari Pers Nasional

di Kampus Proklamator Universitas Bung Hatta.

Dunia pers memang terus mengalami revolusi yang sangat efisien jika dikelola dengan semestinya akan meringankan peran dan fungsinya. Pasalnya seluruh karya yang berkaitan dengan jurnalistik tidak lagi jamannya menggunakan surat kabar atau via pos kepada publik, akan tetapi bisa melalui internet yang hingga kini tidak bisa dipisahkan lagi dengan kehidupan sehari-hari.

Kondisi pasang surut tidak lepas dialami oleh pers itu sendiri, dikarenakan pada saat rezim Orde Baru tidak sedikit pers menjalankan penyimpangan terhadap peran dan fungsinya sehingga tidak sedikit pula masyarakat yang enggan membaca dari karya jurnalistik. Akibatnya, kode etik pers menjadi simbolis semata yang sebagaimana bertentangan dengan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran tepatnya pada pasal 6.

Seiring berjalannya waktu tepatnya setelah reformasi, dunia jurnalistik mulai diminati banyak pihak yang bernuansa kritikan-kritikan khususnya kepada kinerja pemerintahan baik dari Mahasiswa maupun Masyarakat.

Penulis ingin sedikit menceritakan bagaimana semestinya pers dalam lingkup Perguruan Tinggi dikarenakan secara mayoritas seluruh Perguruan Tinggi yang terjun ke dunia pers mengalami penurunan peminat akibat kurangnya perhatian terhadap setiap peristiwa yang terjadi khususnya di Perguruan Tinggi dan umumnya pada Negeri ini.

Pers mahasiswa dianggap sebagai salah satu organisasi ideal karena berorientasi hanya kepada idealisme mahasiswa. Aktivitas dalam Perguruan Tinggi khususnya yang berisikan berbagai macam latar belakang, ras dan golongan dapat terkontrol oleh pers Perguruan Tinggi. Perguruan Tinggi sebagai tempat berisi orang-orang yang mempunyai kemauan perubahan yang tinggi yang menyoroti setiap kebijakan-kebijakan pemerintah adalah sebuah budaya yang mengakar di dunia pendidikan tingkat Perguruan Tinggi. Pergerakan dan kebijakan yang menyangkut Perguruan Tinggi dan Negara adalah salah satu bahan pemberitaan untuk seorang pers kampus yang bernaung pada dunia jusnalistik sehingga menjadi wadah tersendiri untuk mahasiswa yang ingin menyalurkan bakat dan potensinya.

Lingkup kampus tidak begitu luas namun tetap memenuhi syarat roda pemerintahan di suatu Negara. Yang dimana, perhatian mahasiswa sebagian mahasiswa ada yang terlalu memperhatikan untuk menunjukkan taringnya dengan memberitakan suatu kebijakan yang dianggap layak untuk dikritisi dan dikaji kebenarannya. Tidak hanya berbicara persoalan dalam lingkup besar seperti mengenai Negara ini. Contohnya, kepedulian mahasiswa dapat terlihat dari gerakan yang terjadi di dunia kampus.

Seorang pers kampus yang berfungsi sebagai control social dilingkungan kampus tentunya menjadi suatu rintangan tersendiri untuk sebagian orang yang bernaung di bidang tersebut. Peran lain seorang pers kampus yang merupakan seorang mahasiswa adalah orang yang kodratnya sebagai seseorang berkewajiban menjalankan peran dan fungsi mahasiswa serta tridharma Perguruan Tinggi.

Pers merupakan sebagai control social dikalangan masyarakat yang sama halnya dengan lingkungan kampus. Semua perubahan berawal dari pergerakan dan setiap jurnalis harus menyediakan berita yang ter-update dan tidak memihak.

Menarik jika mengkaji dengan mengkaitkan Hari Pers Nasional dengan Pers Kampus, pasalnya yang rindu reformasi tentunya berawal dari mahasiswa yang sesuai dengan peran dan fungsinya sehingga salah satu penggerak terletak di bidang dunia jurnalistik adalah seorang mahasiswa yang menjadi contoh baik kepada masyarakat.

 

HIDUP MAHASISWA

(Tulisan telah mengalami modernisasi oleh Redaksi Wawasan Proklamator)

Dedi Ardianto, Mahasiswa Jurusan Akuntansi Angkatan 2013, Fakultas Ekonomi Universtas Bung Hatta Padang.

(c) Hak cipta WawasanProklamator.comJika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh.

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar