Ketua Jurusan Pemat yang Memotivasi

Riva Guslina
Jumat, 14 Oktober 2016 Share
Ketua Jurusan Pemat yang Memotivasi

 WAWASAN PROKLAMATOR,- Belajar, berusaha dan berserah diri kepada Allah SWT adalah motto hidup seorang Ketua Jurusan dan dosen Pendidikan Matematika Universitas Bung Hatta, Dra. Rita Desfitri, M.Sc. Orang tuanya memberikan nama Desfitri karena ia lahir di bulan Desember dan hari raya idul fitri, 19 Desember 1968 silam.

Ketua jurusan Pendidikan Matematika ini memiliki hobi membaca dan travelling. Travelling yang ia maksud adalah travelling yang bukan ke mall saja melainkan travelling ke museum. Dan jika keluar negeri ia mencari daerah-daerah yang bersejarah agar dapat menambah ilmu dan wawasannya.

"Membaca, jalan-jalan (travelling) adalah hobi saya, tapi travellingnya yang bukan ke mall, travelling biasanya ke museum dan kalau keluar negeri itu, pasti cari dulu daerah-daerah bersejarah yang bisa menambah ilmu",  ujarnya.

Rita Desfitri kecil memiliki cita-cita sebagai seorang guru, walaupun sekarang menjadi seorang dosen, karena menurutnya peran sebagai dosen tidak jauh beda dengan peran seorang guru. Cita-cita sebagai guru terinspirasi dari kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai guru, padahal sewaktu di tingkat SMA Rita mendapatkan tawaran untuk masuk ke sekolah kedokteran karena nilainya bagus. Dan ia menolak tawaran tersebut karena ia benar-benar ingin menjadi seorang guru, motivasinya ingin menjadi seorang guru bukan hanya karena kedua orang tuanya tetapi peran seorang guru merupakan pekerjaan yang mulia karena ilmu yang kita punya akan lebih indah lagi jika kita bagikan kepada orang lain.

"Cita-cita saya dulu jadi guru, cuma kebetulan jadi dosen. Tapi dosenkan guru juga karena dulu orang tua saya guru, bapak juga guru jadi waktu itu pengen jadi guru. Saya pernah ditawarkan masuk kedokteran karena  nilai saya mendapatkan nilai yang bagus sewaktu SMA. Tapi saya tidak mau, karena apa? Karena dari awal pengen jadi guru. Bukan Cuma orang tua saja yang memotivasi saya, karena dari awal saya berpikir ilmu yang kita punya itu akan lebih indah kalau dibagikan lagi", ungkapnya.

Anak kedua berzodiak sagitarius ini menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Maninjau, Sekolah Menengah Atas di SMAN 2 Bukittinggi. Melanjutkan Strata Satu (S1) di Universitas Pendidikan Indonesia dan mengambil Magister (S2) selama 3 tahun di University of Tasmania – Australia.

"Saya berasal dari maninjau, jadi SD, SMP di maninjau dan SMA di Bukittinggi tepatnya di SMAN 2 Bukittinggi. Lalu mengambil S1 di IKIP Bandung atau sekarang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Lanjut S2 di Australia di Universitas Tasmania  karena mendapat beasiswa dari Australia bukan dari pemerintah Indonesia",  tangkasnya.

Butuh kerja keras untuk menempuh pendidikan di Australia karena ia dari jurusan Pendidikan Matematika terjun ke Jurusan Matematika murni yang pada saat itu ia mengambil aljabar murni, banyak materi yang harus ia kejar. Dosen Pendidikan Matematika ini pernah mengajar mata kuliah kalkulus di Amerika Serikat selama 2 tahun dalam rangka Graduate Teaching Asistent. Dan pernah menjadi dosen tamu di India selama 1 tahun (Januari-Desember 2009).

Rita mengatakan menempuh pendidikan disana berat, karena kita kan dari pendidikan loncat ke murni.

"Saat itu saya mengambil aljabar murni dari materinya kita harus kejar dari bahasanya juga harus mengejar. Karena sedangkan kita di ajarkan dengan bahasa indonesia saja kita masih bingung. Dan materi yang diajarkan langsung dengan bahasa inggris jadi harus kerja keras", jelasnya.

Rita Desfitri pernah memperoleh Ketua Jurusan terbaik pertama tingkat Universitas, dan juga terbaik kedua Ketua Jurusan se Wilayah Kopertis X. Selain itu pada tahun 2006 tingkat universitas ia memperoleh penghargaan sebagai dosen berprestasi terbaik, karena prestasinya itu ia mendapatkan pin emas 24 karat dari Universitas Bung Hatta yang pada saat itu Universitas Bung Hatta merayakan ulang tahun yang ke 25.

"Saya pernah mendapatkan terbaik pertama ketua jurusan tingkat universitas, sehingga di kirim ke wilayah kopertis X lalu mendapatkan terbaik kedua di wilayah kopertis X tersebut. Kemudian pada tahun 2006 kalau tingkat universitas jadi dosen berprestasi terbaik malah mendapatkan pin emas 24 karat yang diberikan Universitas Bung Hatta yang waktu itu berulang tahun yang ke 25 sehingga hadiahnya lumayan besar untuk setiap kegiatan", ujarnya.


Riva WP

WawasanProklamator.com jauh lebih dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar