Negeri 5 Menara

Senin, 03 Oktober 2011 Share

Novel yang terinspirasi dari Kisah nyata tentang seorang anak bernama Alif  yang dikisahkan sendiri oleh penulis yang mengidolakan Bapak Bj Habibi, alif dilahir dibayur, kampung kecil di pinggir danau maninjau Sumatera Barat dan tak jauh dari kampung seorang ulama terkenal di Indonesia yang bernama Hamka atau sering di panggil Buya Hamka.  

Setelah tamat dari MTSN dengan nilai yang mendapatkan peringkat di Sumatera Barat merupakan tiket masuk ke SMA Bukittinggi, tapi Keingian alif untuk masuk ke SMA Bukittinggi yang merupakan salah satu SMA favorit di daerah minang kabau ditentang oleh “amaknya” panggilan untuk ibu di daerah minang kabau, yang mengginginkan anaknya untuk masuk ke sekolah yang berlatar belakang agama yang  seperti MAN. 

Oleh karena itu alif mengurungan diri dikamar dan tidak keluar, kecuali untuk makan. Sampai datang surat dari pak etek gindo yang berada di Mesir dan memberikan masukkan untuk masuk ke pondok persantren yang bernama pondok modern madani yang berada di jawa timur.

Alif yang belum pernah meningalkan tanah kelahirannya dengan hati yang bimbang memutuskan untuk pergi merantau, menuntut ilmu ke pulau seberang, dan berat hati amak melepaskan alif untuk menuntut ilmu ke pulau seberang. Di bekalkan sebuah tas kain abu-abu kusam erisi baju, kain sarung, kopiah dan kadus indomie yang berisikan buku, kacang tojin dan sebungkus rendang kapau yang sudah kering sediit kehitam-hitaman alif pergi bersama dengan Ayahnya.

Kisah ini menceritakan  sedikit tentang kehidupan di daerah minang kabau yang masih kental terasa kehidupan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (adat bersanding dengan agama, agama bersanding kitab) dan orang tua yang menginkan anaknya untuk menjadi orang yang berguna bagi Agama.

Di novel ini menceritakan kehidupan sebuah persantren  yang memiliki sistem pendidikan 24jam  dengan tujuan untuk menghasilkan manusia yang mandiri dan tangguh dengan bahasa yang digunakan adalah bahasa arab dan bahasa inggris selain bahasa itu diharamkan teramasuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah,  kecuali bagi murid baru yang masih di perbolehkan untuk menggunakan bahasa Indonesia dan mereka harus menyesuaikan diri untuk melepas bahasa Indonesia dalam pecakapan sehari-hari di PM (singkatan yang digunakan untuk pondok madani).

Di dalam novel ini juga di selipkan humor khas yang sering di pakai dibalik sebuah pondok dan perjuangan untuk mematuhi peraturan yang tidak ada toleransinya. Siapa yang melanggar peraturan akan ditangkap oleh bagian keamanan dan menjadikan mereka seorang mata-mata yang sering di sebut jasus, jasus mirip dengan drakula dan orang yang digigitnya akan menjadi drakula.

Buku yang merupakan national best seller memiliki tanggapan dari orang yang sangat propesional dibiangnya seperti “ menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tetang pendidikan kehidupan” Riri Riza sebagai pembuat film disampul belakang buku yang akan segera di Flim-kan.

“Amat  berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dab pembudayaan untuk terciptanya sumber daya insani yang handal” Bj Habibie, sebagai salah satu orang yang sanggat di idolakan oleh penulis, dan masih ada lagi seperti Ary GinanjarAgustina, Kak Seto, Gumawan Fauzi.

Cover buku terdapat ucapan dari Andy F, Noya sebagai Host acara Kik Andy, “kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah teka-teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita”.

 (Ridho WP)

Artikel Sastra / Resansi lainnya

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar