Sapu Lidi Jadi Kendaraan Pendidikan Buah Hati Pak Gaek

Kamis, 10 Desember 2015 Share
Sapu Lidi Jadi Kendaraan Pendidikan Buah Hati Pak Gaek

Abdul Hadi yang akrab disapa Pak Gaek sedang duduk di depan Lapangan Futsal Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta. (foto: Doni WP)

WAWASAN PROKLAMATOR,- Mentari mulai tersenyum malu memancarkan sinarnya di pagi hari, ia tampak sibuk dengan sapu lidinya membersihkan lingkungan Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta. Siapa yang tak mengenal pria paruh baya ini, ia akrab dipanggil Pak Gaek yang merupakan warga Kota Padang yang berdomisili di Jl. Gajah Mada Gunung Pangilun.

Pria ini acap kali memakai baju partai dan celana pendek saat bekerja, setiap pagi Pak Gaek selalu menebar senyuman hangat dan sapaan kecil kepada para dosen, mahasiswa dan waarga Kampus Proklamator III.

Pak Gaek yang bernama lengkap Abdul Hadi, kini telah menginjak usia 63 tahun. Abdul memiliki empat orang anak. Keempat buah hatinya berhasil mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Putri Sulung Dina Parusdinu Putri berstatus mahasiswa Jurusan Kimia Analis Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, Syahril putra keduanya berstatus Mahasiswa Program Studi Sejarah di Universitas Andalas (Unand). Anak perempuan ketiganya yang bernama Annisa Putri bersekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Purus dan si bungsu Pak Gaek, Khairul bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Padang.

Sosok yang bersemangat dan sederhana ini, membesarkan anak-anaknya hingga bisa bersekolah dan kuliah di perguruan tinggi dengan bekerja menjadi petugas kebersihan di Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta. Selain itu, sang istri juga membantu ekonomi keluarga dengan membuka usaha jahit baju di rumahnya.

Sudah delapan tahun Abdul Hadi mengabdi di Universitas Bung Hatta. Ia mulai bekerja membersihkan halaman Kampus Proklamator III dari pagi hingga sore hari. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai buruh bangunan. "Perumahan Belindo dan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) adalah dua bangunan yang saya ikut mengaduk semen disana," ujarnya setelah bekerja di Kampus Proklamator III, Selasa (08/12/2015) sore.

Dengan bekerja sebagai tukang sapu tidak membuat dirinya patah semangat untuk bertahan hidup dan menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Menurutnya pendidikan adalah hal yang sangat penting. "Untuk membesarkan anak sampai bisa bersekolah dan kuliah di perguruan tinggi, saya berkerja sama dengan istri yang berkerja sebagai penjahit rumahan," tuturnya dengan semangat.

Diusia senjanya, bekerja sebagai buruh bangunan adalah pekerjaan yang berat bagi Pak Gaek, sehingga ia memilih bekerja jadi tukang sapu. Ia tidak mau membuang-buang waktunya hanya dengan berdiam diri di rumah tanpa bekerja.

"Pekerjaan yang lain tidak ada, dari pada cuma nongkrong di rumah saja dan huru-hara kesana-kesini dengan apa bisa makan, jadi tukang sapu sebenarnya capek, tapi setiap saya capek saya berhenti sebentar setelah itu melanjutkan menyapu halaman kampus lagi," jelas Pak Gaek.

Pak Gaek juga sering berbagi pengalaman dan bercerita tentang pengalaman hidupnya kepada setiap mahasiswa yang mengajaknya berbicara. "Untuk adik-adik yang lagi belajar di kampus, rajin-rajinlah belajar, semoga sukses, dan mendapatkan pekerjaan yang baik," harap ia.

Vivi Azizah, mahasiswi yang berkuliah di Kampus Proklamator III mengatakan, pak Gaek orangnya sederhana, setia dengan pekerjaannya, ramah dan pandai bergaul dengan mahasiswa.

"Saya merasa simpati dengan Pak Gaek, karena diusianya yang tidak muda lagi beliau tampak masih semangat menjalani pekerjaannya, hal ini menjadi tamparan tersendiri bagi saya, sebagai mahasiswa yang masih muda untuk lebih semangat kuliah kedepannya," tuturnya.

Puji Agenta mahasiswa lainnya juga mengatakan beliau sering berbagi cerita kepada kami tentang kehidupannya di masa muda."Beliau sangat rajin, suka bercanda dan sering menyapa mahasiswa di kampus ini," ungkapnya.

(Tutia WP/Annisa WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

(c) Hak cipta WawasanProklamator.com. Jika mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial harap tampilkan sumber dan link aslinya secara utuh 

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar