BUNG HATTA MUDA

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui “Pasti Hebat

Dede Hermawan : Memberdayakan Guru Melalui

Senin, 08 April 2019

WAWASAN PROLAMATOR,- Dede Hermawan merupakan alumni Universitas Bung Hatta angkatan 2008  dan saat ini menjadi founder dan Chief Executive...

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus  Hingga The Special of Asdos

Arif Fadilah Ahmad, Sang Lincah Pejuang Lembaga Dakwah Kampus Hingga The Special of Asdos

Rabu, 06 Februari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Hanya di semester lima, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tidak benar-benar bulat. Sisanya, di semester satu, dua, tiga, empat,...

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Nur Amalina, Miliki Segudang Prestasi Hingga Menjadi Tamu Rasulullah di Telaga Al-Kautsar

Minggu, 13 Januari 2019

WAWASAN PROKLAMATOR,- Nur Amalina adalah Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta angkatan 2016 yang memiliki...

FEATURE

Minggu, 30 Desember 2018

Sari WP

Semangat Pedagang Kaki Lima di Usia yang Tidak Muda Lagi

foto thumbnailWAWASAN PROKLAMATOR- Mengawali menjual langsat diusia 40 tahun, hingga kini Pak Syaiful masih semangat dalam menjalani profesi nya sebagai pedagang...

Dr. Wirnita Eska, S.Pd. MM Doktor Baru PGSD Universitas Bung Hatta

Selasa, 27 Oktober 2015 Share
Dr. Wirnita Eska, S.Pd. MM Doktor Baru PGSD Universitas Bung Hatta

WAWASAN PROKLAMATOR,- Dr. Wirnita Eska, S.Pd. MM dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan Universitas Bung Hatta berhasil menyelesaikan program doktoralnya di Program Studi Ilmu Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang pada 20 Agustus 2015 lalu.

Dengan judul disertasi Model Pelatihan Penyaji Berita Televisi pada Lembaga Penyiaran (Studi Kasus Padang TV) yang dibimbing oleh Prof. Dr. Mukhayar, M.Pd sebagai ketua promotor dan anggotanya Prof. Dr. Agustina, M.Hum dan Prof. Dr. Gusril, M.Pd.

Wirnita melakukan studi pendahuluan pada penyaji berita televisi lembaga penyiaran lokal di kota Padang. Dari studi tersebut ditemukan penyaji berita televisi di kota Padang, kurangnya kualitas dan jumlah penyaji berita televisi pada lembaga penyiaran Padang TV, serta banyak yang belum terampil dan belum menguasai tugas yang diembannya.

"Melihat hal tersebut, perlu adanya Model Pelatihan Penyaji Berita Televisi pada Lembaga Penyiaran Padang TV, agar tercipta tenaga penyaji berita televisi yang profesional. Dijadikannya Padang TV sebagai tempat peneltian, karena Padang TV, adalah satu-satunya lembaga penyiaran lokal dengan program siaran dominan berita," sebutnya.

Ia mengatakan penelitian ini bertujuan untuk pengembangan atau penerapan model pelatihan penyaji berita televisi pada lembaga penyiaran, untuk mengkaji dan mendeskripsikan model pelatihan penyaji berita televisi pada lembaga penyiaran. "Kemudian penelitian ini juga untuk penerapan model pelatihan penyaji berita televisi pada lembaga penyiaran, Padang TV, dalam rangka peningkatan kualitas penyaji berita televisi dan untuk mendapatkan model pelatihan penyaji berita televisi yang berhasil pada lembaga penyiaran," sebutnya.

Dikatakannya, penelitian ini melalui pendekatan motode Borg and Gall, dengan Research and development (R & D), penelitian dan pengembangan, melalui produk yang memerlukan validasi, efektiivitas, dan praktikalitas.

"Model pelatihan ini telah diujicobakan terhadap 20 orang tenaga pemberitaan TVRI Sumbar, dan melakukan pelatihan Model Pelatihan Penyaji Berita Televisi pada Lembaga Penyiaran dengan objek penilitian pada lembaga penyiaran Padang TV sebanyak 18 orang peserta," ungkapnya.

Berdasarkan analisis datanya, Ia menemukan dalam penerapan model pelatihan ini dianggap efektif, valid, dan praktis, dan hal itu dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan penyaji berita televisi.

"Model pelatihan penyaji berita televisi sangat bermanfaat bagi penyaji berita televisi dan model pelatihan penyaji berita televisi dapat memberikan tambahan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental terhadap pekerjaan," imbuhnya.

Ditambahkannya, penelitian ini harus dilaksanakan pada lembaga penyiaran, secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan penyaji berita. "Hal itu merupakan ujung tombak program siaran yang bersitaf news pada lembaga penyiaran," simpulnya.

(Ubay WP)

WawasanProklamator.com Jauh Lebih Dekat

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar